Selasa, 31 Maret 2015

                                BIOGRAFI
Dr.Solahuddin Al-Ayubi,MA
dan
Sejarah IAIN SMH BANTEN
        Dr.Solahuddin Al-Ayubi,MA adalah seorang Wadek ( Wakil Dekan ) II dan Dosen di Fakultas Ushuluddin,Dakwah dan adab (FUDA) IAIN SMH Banten. Ia mengenyam bangku sekolah di MI al-Khoeriyah, MTSN Negeri Serang, MA Darussalam, IAIN Bandung,dan terakhir di UIN Jakarta. Selama Ia menjadi Mahasiswa berorganisasi di KMB (Komunitas Masyarakat Banten ), pada saat itu di ketuai oleh Pak.Zainal Abidin. Setelah ia mendirikan Organisasi  “Jaringan Radio Komunitas Banten”  di IAIN SMH Banten.
                Sejak memenuhi syarat sebagai Lektor ia menjadi Dosen Pembimbing. Dosen pembimbing itu tugas nya utnuk mengarahkan atau memberi masukkan kepada Mahasiswa. di ibaratkan saling shering aja, entah itu mau shering masalah perkuliahan, dan pribadi. Jangan sekedar meminta tanda tangan saja , Karena dengan saling shering bisa menambah silaturrahmi.
                Sebelum ia menjadi dosen, ia memiliki motivasi-motivasi dari orang-orang yang teramat penting dalam hidupnya, diantaranya: Ayah,Ibu,Pak Udi Mufrodi,Pak Hudaeri dan teman-teman seperjuang. Tapi, yang paling terpenting memiliki motivasi dari IBU.
                Awal di IAIN SMH banten pada tahun 1999 sebagai staf,lanjt pada tahun 2000 sebagai tenaga pengajar, diatahun 1999-2010 mendaptkan amanahuntuk mengawasi mahasiswa yang melaksanakan KUKERTA (kuliah kerja nyata) di P3M/LPM/Lemlit, 1 tahun kemudian sebagai Ahli, pada tahun 2011-2015 mendaptkan amanah lagi menjadi Wadek II di FUDA, dan terakhir 2015-2019 masih di percayakan menjadi wadek II di FUDA.
                Sejarah berdirinya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) “Sultan Maulana Hasanuddin” (SMH) Banten mereflesikan semangat perjuangan ummat Islam Banten yang dimulai sejak tahun 1961 ketika pertama kali Universitas Maulana Yusuf dibuka sampai dengan diresmikannya IAIN “SMH” Banten pada tahun 2004.
Alih Status menjadi IAIN.
Meskipun sekolah tinggi dalam beberapa hal sama dengan institut, namun dari segi kelembagaan tetap saja masih berada di bawah Institut. Kondisi ini menyulitkan untuk berkiprah lebih leluasa dalam berbagai hal. Pada tahun 1996 Pimpinan Fakultas Syari’ah IAIN “SGD” di Serang bekerjasama dengan Ditperta Depag RI. menyusun rencana induk pengembangan (RIP) Fakultas Syari’ah IAIN “SGD” di Serang untuk 25 tahun ke depan. Dalam Rencana Induk Pengembangan tersebut telah mencanangkan berdirinya Institut Agama Islam Negeri, namun pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan merubah status Fakultas Syari’ah IAIN “SGD” di Serang menjadi STAIN “Sultan Maulana Hasanuddin Banten” Serang.
Keinginan untuk menjadi Institut tetap melekat dalam diri civitas akademika STAIN sehingga pimpinan STAIN “SMHB” Serang kembali merintis upaya-upaya untuk merubah status STAIN “SMHB” Serang menjadi Institut Agama Islam Negeri. Untuk keperluan ini, dibentuklah panitia alih status yang diketuai oleh Prof. K.H. A. Wahab Afif, M.A. Panitia kemudian membuat proposal alih status yang diajukan ke Menteri Agama melalui Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam Departemen Agama. Proposal tersebut pernah dipresentasikan di hadapan Direktur Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam Departemen Agama di Jakarta. Pada saat itu, tepatnya pada hari Kamis tanggal 26 Juli 2001, Direktur menyarankan untuk melengkapi dan menyempurnakan proposal tersebut.
Setelah Banten berubah menjadi propinsi, berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 2000, keinginan untuk alih status menjadi IAIN ini bertambah kuat, terlebih lagi setelah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dinegerikan. Kemudian pimpinan STAIN memperbaharui susunan kepanitiaan guna menyempurnakan proposal yang pernah dipresentasikan tersebut, dengan memperoleh dukungan dari berbagai kalangan baik dari DPRD Provinsi Banten, Gubernur Banten, lembaga-lembaga pendidikan tinggi, maupun masyarakat Banten pada umumnya. Untuk merealisasikan keinginan tersebut Gubernur Banten menunjuk Wakil Gubernur (Hj. Ratu Atut Chosiyah) sebagai Ketua Tim dengan anggota-anggota : Ketua STAIN (Prof. Dr. H.M.A. Tihami, M.A.), Pembantu Ketua I (Drs. H.E. Syibli Syarjaya, L.M.L., M.M.), Pembantu Ketua II (Drs. H. Moh. Amin, M.M.), Pembantu Ketua III (Dr. H. Fauzul Iman, M.A.), Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Banten (Drs. Didi Supriyadi, M.Pd.), Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Banten (Drs. H.M. Syuroh), K.H. Aminuddin, L.M.L. (Ulama), Prof. K.H.A. Wahab Afif, M.A. (MUI Provinsi Banten), Drs. H. Zakaria Syafe’i, M.Pd., Drs. Ilzamuddin, M.A., dan Drs. H.S. Suhaedi. Tim inilah yang melakukan konsultasi dan lobi ke berbagai pihak, yang akhirnya keinginan untuk menjadi IAIN terwujud, dengan lahirnya Keputusan Presiden nomor 91 tahun 2004 tanggal 18 Oktober 2004 yang mengubah status STAIN “SMHB” Serang menjadi IAIN “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten.
Kepres No. 91 Tahun 2004 tersebut kemudian disusul dengan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 5 tahun 2005 tanggal 3 Januari 2005 yang mengatur tentang Organisasi dan Tata Kerja IAIN “SMH” Banten. Berdasarkan keputusan Menteri Agama tersebut IAIN “SMH” Banten memiliki 1 (satu) Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan, 7 (tujuh) Bagian dan 16 (enam belas) Sub Bagian serta 3 (tiga) Fakultas, yaitu Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Adab, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah dengan Jurusan/program studi sebagai berikut :
1.     Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam
1.    Jurusan/Program Studi Al-Ahwal Al-syakhshiyah
2.    Jurusan/ Program Studi Jinayah Siyasah
3.    Jurusan/ Program Studi Mu’amalat
4.    Jurusan/Program Studi Ekonomi Islam
2.Fakultas Tarbiyah dan Adab
a.     Jurusan/Program Studi Pendidikan Agama Islam
b.    Jurusan/Program Studi Pendidikan Bahasa Arab
c.     Jurusan/Program Studi Tadris Bahasa Inggris
d.    Jurusan/Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam
e.     Program Diploma II Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
f.     Program AKTA IV Kependidikan
3.     Fakultas Ushuluddin dan Dakwah
a.     Jurusan/Program Studi Aqidah Filsafat
b.    Jurusan/Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
c.     Jurusan/Program Studi Tafsir Hadis
Selain Jurusan/Program Studi di atas, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah juga akan membuka Jurusan/Program Studi Menejemen Dakwah.






Sabtu, 14 Maret 2015

Kisah Nenek 70 tahun, Hidup Sebatang Kara



Kisah Nenek 70 tahun, Hidup Sebatang kara


  Seorang nenek , di Desa Cigo’ong, kecamatan Walantaka Kabupaten Serang, Banten, hidup dalam serba kekurangan dan memprihatinkan.

Nenek mirna tinggal seorang diri di sebuah gubug di tengah kebun singkong. Atap rumahnya sudah bocor. Tidak ada penerangan listrik. Jika malam tiba ia mengandalkan pelita. Nenek tttt tidur beralaskan kasur tipis di bagian ruang tamu yang berdesakan di antara perabotan di ruangan sempit itu. Rumahnya sudah bocor di mana-mana. Setiap kali turun hujan , air akan membasahi  lantai rumahnya. 

Untuk hidup sehari harinya nenek mirna berjualan Lepet  salah satu makanan khas Serang, tanpa pernah mengeluh si  nenek  berjualan setiap harinya. Keuntungan yang di dapatkan tidaklah banyak , yang penting bisa buat makan untuk hari itu, ujarnya.

Terkadang nenek mirna mendapat bantuan dari tetangganya. Tiga hari yang lalu dia kedatangan sejumlah tetangganya yang memberikan sejumlah uang dan beberapa liter beras. Wanita tua itu tiba-tiba menangis karena terharu. Di kala persediaan makanannya habis, tiba-tiba dating tetangganya memberi bantuan.

Nenek mirna sangat berharap sekali  “Semoga pemerintah bisa membantu dan bisa membawa saya ke panti jompo agar mendapat perwatan yang sewajarnya”
                                                                       

Jalan Rusak,Bahayakan Pengguna Jalan




JalanRusak,Bahayakan Pengguna Jalan.

     Hujan lebat mengguyur Serang dan sekitarnya pada 1 pekan belakangan ini membuat  jalanan Ciruas-Serang menjadi rusak, berlubang dan ambles. Dan banyak sekali yang dikeluhkan para pengendara yang melintas di jalan itu.Pasalnya , hampir semua badan jalan rusak parah. Semua aspal mengelupas, sehingga pengendara yang mau melintas ekstra hati-hati. Di mana beberapa hari lalu warga setempat melakukan aksi penanaman pohon pisang , pemasangan batu dan tiang bendera sebagai bentuk protes warga dari adanya kerusakan jalan tersebut.

       Informasi dari lokasi , setiap harinya di jalan itu terdapat pengendara khususnya truk dan bis terperosok ke dalam lubang di jalan yang berlubang dan ambles, bahkan terdapat pengendara yang jatuh saat menghindari  jalan rusak, terutama saat berpapasan dengan pengendara lain dari arah berlawanan. “kadang satu pengendara , kadang lebih” kata  Achmad Habib , salah seorang warga yang kebetulan rumahnya berada di samping jalan.

     Menurutnya kerusakan jalan di sekitar rumahnya itu sudah hampir 2tahun lamanya. Namun tak kunjung diperbaiki. Jika musim hujan jalanan di daerah itu banjir, dampak dari genangan airnya adalah banyak para pengendara yang terperosok ke dalam lubang  tersebut, “Antisipasi kami ya melakukan pendataan dan perbaikan , karna kondisi yang seperti ini sangat tidak wajar”  terlebihnya  jika musim kemarau situasi di jalan tersebut sangat berdebu.

      Meskipun saya bukan warga di daerah Ciruas itu, tetapi saya juga merasakan ketidak nyamanan jika melewati jalan tersebut, yang saya harapkan adalah Pemerintah segera memperbaiki  jalanan itu, agar para pengendara nyaman saat melewati jalanan di daerah Ciruas itu.

Jumat, 06 Maret 2015

Biodata Narasi



  


     
      Saya ingin memperkenalkan diri, nama saya Arifa Dwi Kurnia . Saya adalah putri dari pasangan Mahfudz Romli dan Sunarti. Orang tua saya menikah pada tahun 1990. Saya  berdarah Jawa, ayah dan ibu saya keturunan Jawa asli di Magetan. Saya di lahirkan 17 tahun yang lalu di kota Jakarta tepatnya pada tanggal 8 Desember 1994. Namun saat ini saya dan keluarga saya tinggal di Perum TPI blokB2 no.23 Walantaka Serang. Saat ini saya duduk di bangku perkuliahan lebih tepatnya sebagai Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Serang. Saya menjadi salah satu mahasiswa di fakultas Usuluddin jurusan Tafsir Hadist.

Untuk selanjutnya saya akan memperkenalkan diri saya lebih lanjut, sebelum saya tinggal di Serang untuk melanjutkan studi, saya tinggal di kota Jakarta Jawa Barat dengan kedua orangtua dan kakak adik saya, Dulu saya bersekolah di SDN 06 Pagi pada tahun 2002-2007, lalu saya melanjutkan SMP-SMA di pondok pesantren ,dan  lulus pada tahun 2013, sewaktu  Saya memiliki pengalaman berorganisasi yang sangat mengesankan  yaitu sebagai bagian kesenian, di bagian kesenian ini banyak sekali hasta karya yang sudah saya buat salah satu contohnya seperti, membuat bros dari kain flannel,manik-manik dan mutiara. Selain pengalaman berorganisasi di bagian kesenian, saya pernah menjabat sebagai ketua Khutbatul Arsy(pekan perkenalan santri baru) di sini saya memiliki tanggung jawab besar serta amanat yang harus emban. Menjadi ketua itu tidak semudah membalik telapak tangan ke bawah, harus memiliki jiwa kepemimpinan dan tegas dalam mengayomi anggotanya. Pengalaman sebagai ketua sangatlah mengesankan.

Dan selanjutnya saya akan memperkenalkan tentang keluarga saya, saya adalah anak ke dua dari tiga bersaudara, saya memiliki kakak yang usianya dua tahun di atas saya, bernama Laila Nuzila Wati, saat  ini dia kuliah di salah satu Universitas di Serang . Dan saya juga memiliki adik  bernama Yulia Vidauri sekarang duduk di bangku SMA. Ayah saya bekerja sebagai Wiraswasta , saya sangat bangga sekali terhadap ayah saya, beliau selalu memberikan motivasi serta nasiahat kepada saya dan beliau selalu mendo’akan saya kelak menjadi orang sukses dan berguna bagi nusa dan bangsa. Dan ibu saya  sebagai ibu rumah tangga, dia baik sekali menyayangi anak anaknya dengan tulus,  bagaikan malaikat tak bersayap yang pernah saya kenal. Saya menyayangi keluarga saya lebih dari apa pun dan saya sangat bangga sekali mempunyai kedua orangtua seperti mereka, I Love Mom and Dad.