Sabtu, 14 Maret 2015

Kisah Nenek 70 tahun, Hidup Sebatang Kara



Kisah Nenek 70 tahun, Hidup Sebatang kara


  Seorang nenek , di Desa Cigo’ong, kecamatan Walantaka Kabupaten Serang, Banten, hidup dalam serba kekurangan dan memprihatinkan.

Nenek mirna tinggal seorang diri di sebuah gubug di tengah kebun singkong. Atap rumahnya sudah bocor. Tidak ada penerangan listrik. Jika malam tiba ia mengandalkan pelita. Nenek tttt tidur beralaskan kasur tipis di bagian ruang tamu yang berdesakan di antara perabotan di ruangan sempit itu. Rumahnya sudah bocor di mana-mana. Setiap kali turun hujan , air akan membasahi  lantai rumahnya. 

Untuk hidup sehari harinya nenek mirna berjualan Lepet  salah satu makanan khas Serang, tanpa pernah mengeluh si  nenek  berjualan setiap harinya. Keuntungan yang di dapatkan tidaklah banyak , yang penting bisa buat makan untuk hari itu, ujarnya.

Terkadang nenek mirna mendapat bantuan dari tetangganya. Tiga hari yang lalu dia kedatangan sejumlah tetangganya yang memberikan sejumlah uang dan beberapa liter beras. Wanita tua itu tiba-tiba menangis karena terharu. Di kala persediaan makanannya habis, tiba-tiba dating tetangganya memberi bantuan.

Nenek mirna sangat berharap sekali  “Semoga pemerintah bisa membantu dan bisa membawa saya ke panti jompo agar mendapat perwatan yang sewajarnya”
                                                                       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar