Kisah Nenek 70
tahun, Hidup Sebatang kara
Seorang
nenek , di Desa Cigo’ong, kecamatan Walantaka Kabupaten Serang, Banten, hidup
dalam serba kekurangan dan memprihatinkan.
Nenek mirna tinggal seorang diri di sebuah gubug di tengah kebun singkong. Atap rumahnya
sudah bocor. Tidak ada penerangan listrik. Jika malam tiba ia mengandalkan
pelita. Nenek tttt tidur beralaskan kasur tipis di bagian ruang tamu yang
berdesakan di antara perabotan di ruangan sempit itu. Rumahnya sudah bocor di
mana-mana. Setiap kali turun hujan , air akan membasahi lantai rumahnya.
Untuk
hidup sehari harinya nenek mirna berjualan Lepet salah satu makanan khas Serang, tanpa pernah
mengeluh si nenek berjualan setiap harinya. Keuntungan yang di
dapatkan tidaklah banyak , yang penting bisa buat makan untuk hari itu,
ujarnya.
Terkadang
nenek mirna mendapat bantuan dari tetangganya. Tiga hari yang lalu dia kedatangan
sejumlah tetangganya yang memberikan sejumlah uang dan beberapa liter beras.
Wanita tua itu tiba-tiba menangis karena terharu. Di kala persediaan makanannya
habis, tiba-tiba dating tetangganya memberi bantuan.
Nenek mirna sangat berharap sekali “Semoga
pemerintah bisa membantu dan bisa membawa saya ke panti jompo agar mendapat
perwatan yang sewajarnya”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar