BIOGRAFI
dan
Sejarah IAIN SMH BANTEN
Sejarah IAIN SMH BANTEN
Dr.Solahuddin
Al-Ayubi,MA adalah seorang Wadek ( Wakil Dekan ) II dan Dosen di Fakultas
Ushuluddin,Dakwah dan adab (FUDA) IAIN SMH Banten. Ia mengenyam bangku sekolah
di MI al-Khoeriyah, MTSN Negeri Serang, MA Darussalam, IAIN Bandung,dan
terakhir di UIN Jakarta. Selama Ia menjadi Mahasiswa berorganisasi di KMB (Komunitas
Masyarakat Banten ), pada saat itu di ketuai oleh Pak.Zainal Abidin. Setelah ia
mendirikan Organisasi “Jaringan Radio
Komunitas Banten” di IAIN SMH Banten.
Sejak memenuhi
syarat sebagai Lektor ia menjadi Dosen Pembimbing. Dosen pembimbing itu tugas
nya utnuk mengarahkan atau memberi masukkan kepada Mahasiswa. di ibaratkan
saling shering aja, entah itu mau shering masalah perkuliahan, dan pribadi.
Jangan sekedar meminta tanda tangan saja , Karena dengan saling shering bisa
menambah silaturrahmi.
Sebelum ia
menjadi dosen, ia memiliki motivasi-motivasi dari orang-orang yang teramat
penting dalam hidupnya, diantaranya: Ayah,Ibu,Pak Udi Mufrodi,Pak Hudaeri dan
teman-teman seperjuang. Tapi, yang paling terpenting memiliki motivasi dari
IBU.
Awal di IAIN
SMH banten pada tahun 1999 sebagai staf,lanjt pada tahun 2000 sebagai tenaga
pengajar, diatahun 1999-2010 mendaptkan amanahuntuk mengawasi mahasiswa yang
melaksanakan KUKERTA (kuliah kerja nyata) di P3M/LPM/Lemlit, 1 tahun kemudian
sebagai Ahli, pada tahun 2011-2015 mendaptkan amanah lagi menjadi Wadek II di
FUDA, dan terakhir 2015-2019 masih di percayakan menjadi wadek II di FUDA.
Sejarah
berdirinya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) “Sultan Maulana Hasanuddin” (SMH)
Banten mereflesikan semangat perjuangan ummat Islam Banten yang dimulai
sejak tahun 1961 ketika pertama kali Universitas Maulana Yusuf dibuka
sampai dengan diresmikannya IAIN “SMH” Banten pada tahun 2004.
Alih Status menjadi IAIN.
Meskipun sekolah tinggi dalam beberapa hal sama
dengan institut, namun dari segi kelembagaan tetap saja masih berada di bawah
Institut. Kondisi ini menyulitkan untuk berkiprah lebih leluasa dalam berbagai
hal. Pada tahun 1996 Pimpinan Fakultas Syari’ah IAIN “SGD” di Serang
bekerjasama dengan Ditperta Depag RI. menyusun rencana induk pengembangan (RIP)
Fakultas Syari’ah IAIN “SGD” di Serang untuk 25 tahun ke depan. Dalam Rencana
Induk Pengembangan tersebut telah mencanangkan berdirinya Institut Agama Islam
Negeri, namun pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan merubah status Fakultas
Syari’ah IAIN “SGD” di Serang menjadi STAIN “Sultan Maulana Hasanuddin Banten”
Serang.
Keinginan untuk menjadi Institut tetap melekat dalam
diri civitas akademika STAIN sehingga pimpinan STAIN “SMHB” Serang kembali
merintis upaya-upaya untuk merubah status STAIN “SMHB” Serang menjadi Institut
Agama Islam Negeri. Untuk keperluan ini, dibentuklah panitia alih status yang
diketuai oleh Prof. K.H. A. Wahab Afif, M.A. Panitia kemudian membuat proposal
alih status yang diajukan ke Menteri Agama melalui Direktorat Perguruan Tinggi
Agama Islam Departemen Agama. Proposal tersebut pernah dipresentasikan di
hadapan Direktur Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam Departemen Agama di
Jakarta. Pada saat itu, tepatnya pada hari Kamis tanggal 26 Juli 2001, Direktur
menyarankan untuk melengkapi dan menyempurnakan proposal tersebut.
Setelah Banten berubah menjadi propinsi, berdasarkan
Undang-Undang No. 23 Tahun 2000, keinginan untuk alih status menjadi IAIN ini
bertambah kuat, terlebih lagi setelah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
dinegerikan. Kemudian pimpinan STAIN memperbaharui susunan kepanitiaan guna
menyempurnakan proposal yang pernah dipresentasikan tersebut,
dengan memperoleh dukungan dari berbagai kalangan baik dari DPRD Provinsi
Banten, Gubernur Banten, lembaga-lembaga pendidikan tinggi, maupun masyarakat
Banten pada umumnya. Untuk merealisasikan keinginan tersebut Gubernur Banten
menunjuk Wakil Gubernur (Hj. Ratu Atut Chosiyah) sebagai Ketua Tim dengan
anggota-anggota : Ketua STAIN (Prof. Dr. H.M.A. Tihami, M.A.), Pembantu Ketua I
(Drs. H.E. Syibli Syarjaya, L.M.L., M.M.), Pembantu Ketua II (Drs. H. Moh.
Amin, M.M.), Pembantu Ketua III (Dr. H. Fauzul Iman, M.A.), Kepala Dinas
Pendidikan Nasional Provinsi Banten (Drs. Didi Supriyadi, M.Pd.), Kepala Kantor
Wilayah Departemen Agama Provinsi Banten (Drs. H.M. Syuroh), K.H. Aminuddin,
L.M.L. (Ulama), Prof. K.H.A. Wahab Afif, M.A. (MUI Provinsi Banten), Drs. H.
Zakaria Syafe’i, M.Pd., Drs. Ilzamuddin, M.A., dan Drs. H.S. Suhaedi. Tim
inilah yang melakukan konsultasi dan lobi ke berbagai pihak, yang akhirnya
keinginan untuk menjadi IAIN terwujud, dengan lahirnya Keputusan Presiden
nomor 91 tahun 2004 tanggal 18 Oktober 2004 yang mengubah status STAIN “SMHB”
Serang menjadi IAIN “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten.
Kepres No. 91 Tahun 2004 tersebut kemudian disusul
dengan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 5 tahun 2005 tanggal 3 Januari 2005
yang mengatur tentang Organisasi dan Tata Kerja IAIN “SMH” Banten. Berdasarkan
keputusan Menteri Agama tersebut IAIN “SMH” Banten memiliki 1 (satu) Biro
Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan, 7 (tujuh) Bagian dan 16
(enam belas) Sub Bagian serta 3 (tiga) Fakultas, yaitu Fakultas Syari’ah dan
Ekonomi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Adab, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah
dengan Jurusan/program studi sebagai berikut :
1. Fakultas
Syari’ah dan Ekonomi Islam
1.
Jurusan/Program Studi Al-Ahwal
Al-syakhshiyah
2.
Jurusan/ Program Studi Jinayah
Siyasah
3.
Jurusan/ Program Studi Mu’amalat
4.
Jurusan/Program Studi Ekonomi
Islam
2.Fakultas
Tarbiyah dan Adab
a. Jurusan/Program Studi
Pendidikan Agama Islam
b. Jurusan/Program Studi
Pendidikan Bahasa Arab
c. Jurusan/Program Studi
Tadris Bahasa Inggris
d. Jurusan/Program
Studi Sejarah dan Peradaban Islam
e. Program
Diploma II Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
f. Program
AKTA IV Kependidikan
3. Fakultas
Ushuluddin dan Dakwah
a. Jurusan/Program
Studi Aqidah Filsafat
b. Jurusan/Program
Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
c. Jurusan/Program
Studi Tafsir Hadis
Selain Jurusan/Program Studi di
atas, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah juga akan membuka Jurusan/Program Studi
Menejemen Dakwah.